Ternyata selama sekian lama, aku tidak merasa jika memiliki Dunia Cothem.
Cothem, nama kecil yang kusayang dari orang yang harus kukenang.
Aku tidak tahu artinya, hanya tahu kalau nama itu dulu milik seorang wanita tua yang berwajah bulat dengan nama lengkap pakotem. Cocoklah sama saya yang sebenarnya bernama iffah.
Dari kecil saya banyak sekali tingkahnya, malah terkesan tomboy namun sebenarnya sangatlah cengeng. Saat usia 3 Tahun, aku memiliki adik lelaki yang tampan, bernama Afin. Namun sayang, Afin hanya bisa menemaniku hingga usia 12 Tahun. Setelahnya, aku hanya mendengar ramainya pertikaian di sekitarku sendirian. Setelahnya, aku hanya melihat serunya kekonyolan di sekitarku sendirian.
ya, Afin telah berpulang setelahnya.
Aku menyayangi kedua orang tuaku, meski masa kecilku tidaklah berjalan selayaknya kehidupan anak kecil pada umumnya keluarga berada di jamannya.
orangtuaku cukup terpandang saat aku masih kanak-kanak, namun seiring berjalannya kondisi dulu tidak bisa sama lagi. Namun bersyukur, kami masih bisa sangat menjangkau apa yang kami perlukan.
Semoga kembali membaik.
Sekarang, aku sudah menikah dengan seorang pria peranakan Madura yang sangat baik dan lembut. Dengannya, Tuhan menitipkan seorang gadis bermata bulat yang indah. Kami baik-baik saja meski tidak tinggal satu rumah bersama.
Kami bertiga sama-sama penyuka Mie dan berkemah, apalagi makan Mie saat berkemah wah rasanya wajib dan dosa jika dilewatkan. Bercanda.... tapi memang segitu gandrungnya.
Sebenarnya banyak yang bisa aku ceritain, tapi dilanjut lagi ntar ya..
see you...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar